Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini, Bapenda Parigi Moutong Gelar Sosialisasi Digitalisasi di SMA Negeri 1 Bolano Lambunu
SMA NEGERI 1 BOLANO LAMBUNU
11 Juni 2026 3 x KAB. PARIGI MOUTONG
Kanan: Wakasek Humas SMAN 1 Bolam, Tim Ahli Bapenda, Azhari, Fatima, Sekdis Bapenda, Arif, Tim Ahli Bapenda
Parigi Moutong -
Dalam upaya mencetak generasi muda yang sadar akan pentingnya kontribusi
terhadap negara, Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Parigi Moutong
menggelar kegiatan edukasi di SMA Negeri 1 Bolano Lambunu pada Kamis, 11 Juni
2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini mengusung tema
"Internalisasi Kesadaran Pajak Sejak Dini dan Akselerasi Elektronifikasi
Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)".
Acara ini
dihadiri oleh peserta didik SMA Negeri 1 Bolano Lambunu yang tampak antusias
mengikuti jalannya pemaparan materi. Hadir sebagai narasumber utama, tim ahli
dari Bapenda Parigi Moutong yang secara interaktif mengupas tuntas mengenai
peran krusial pajak daerah dan transformasi digital dalam mendukung
pembangunan.
Mempercepat
Digitalisasi Daerah dan Kemudahan Non-Tunai
Dalam wawancara
eksklusif di sela-sela kegiatan, Dian Pravitasari, S.E., M.Ap. menjelaskan
bahwa agenda ini memegang misi krusial dalam memperluas jangkauan informasi
sekaligus mempercepat roda digitalisasi di tingkat daerah. Melalui langkah ini,
pemerintah daerah ingin mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa
sistem administrasi perpajakan kini telah bertransformasi ke arah yang lebih
modern.
"Kami
ingin memperluas informasi dan mempercepat digitalisasi daerah, sehingga ke
depan proses pembayaran pajak tidak hanya dilakukan secara konvensional atau
tunai saja. Masyarakat kini bisa memanfaatkan kemudahan layanan non-tunai,
mulai dari penggunaan e-wallet hingga integrasi sistem Q-RIS yang lebih
praktis, cepat, dan transparan," ujar Dian
Pravitasari selaku sekretaris BAPENDA.
Sesuai dengan
slogan yang diusung, yakni "Mencetak Generasi Muda yang Melek Pajak,
Adaptif Terhadap Transaksi Digital, dan Menjadi Pelopor Pembangunan
Daerah", peserta didik diajak langsung untuk mempraktikkan sekaligus
memahami ekosistem digital tersebut.
Mengikis
Skeptisisme ‘Pajak dari Masyarakat untuk Masyarakat’
Lebih lanjut,
Jisman, S.Sos selaku Kepala Sub Bidang Penagihan Pajak dan Retribusi Daerah
(PDRD) Parigi Moutong juga menyoroti tantangan sosial terkait pandangan miring
sebagian masyarakat terhadap pungutan pajak. Beliau berharap lewat edukasi
tatap muka yang menyasar institusi pendidikan seperti SMAN 1 Bolano Lambunu,
pemikiran tersebut dapat diluruskan secara akademis dan faktual.
"Kegiatan
ini juga kami harapkan bisa mengurangi rasa skeptis yang berkembang di
masyarakat terkait pajak. Kita ingin membangun pemahaman yang jernih bagi
peserta didik, sehingga harapan ke depannya mereka bisa tumbuh menjadi
orang-orang yang taat pajak. Karena pada sejatinya, setiap rupiah pajak
tersebut akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk fasilitas dan
kesejahteraan bersama," tambahnya.
Dalam
pemaparannya, pihak Bapenda menekankan bahwa edukasi pajak harus dimulai sejak
bangku sekolah untuk membangun karakter warga negara yang taat hukum. Melalui
slogan "Mencetak Generasi Muda yang Melek Pajak, Adaptif Terhadap
Transaksi Digital, dan Menjadi Pelopor Pembangunan Daerah", peserta
didik diajak untuk memahami bahwa fasilitas publik yang mereka nikmati
sehari-hari. Berbagai alokasi nyata dari dana pajak daerah tersebut di
antaranya meliputi pembangunan fasilitas sekolah yang berkualitas, pemerataan
jaminan kesehatan, konektivitas infrastruktur jalan, hingga optimalisasi gedung
pelayanan publik yang prima.
Melalui sinergi ini, siswa-siswi SMA Negeri 1 Bolano Lambunu diharapkan mampu memposisikan diri sebagai agen perubahan (agent of change) yang membawa pemahaman baru ini ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas. Acara sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan apresiasi, serta foto bersama di depan baliho resmi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).
Penulis, Tim Humas SMANSA Bolam
Fotografer, Abd. Faris Pakaya


