Kadisdik Sulteng: Anggaran Beasiswa ‘Berani Cerdas’ Naik Signifikan, Fokus Ekspansi ke Jenjang S2 dan S3
Media
22 April 2026 35 x BERITA DINAS
PALU– Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Firmanza DP, S.H., M.Si., mengajak puluhan kepala sekolah negeri dan swasta dari Kabupaten Sigi serta Kota Palu untuk bersama-sama mengawal program beasiswa "Berani Cerdas". Langkah ini diambil agar manfaat program tersebut semakin luas dirasakan oleh siswa di daerah.
Komitmen Pemerataan Pendidikan
Firmanza menekankan bahwa program prioritas Pemprov Sulteng ini merupakan komitmen nyata untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan. Ia mengajak seluruh hadirin aktif menyosialisasikan keberlanjutan program ini.
“Anggaran program Berani Cerdas tahun ini mencapai Rp240–260 miliar, atau naik tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Firmanza.
Ia menambahkan bahwa program ini akan diekspansi hingga jenjang pendidikan tinggi, meliputi magister (S2), doktoral (S3), hingga pendidikan spesialis.
Ekspansi ke jenjang S2 dan S3 akan dilakukan secara selektif pada bidang keilmuan yang menjadi kebutuhan strategis daerah, seperti kedokteran spesialis, pertambangan, keperawatan, notariat, dan profesi insinyur. Penerima beasiswa jenjang ini nantinya diwajibkan menandatangani kontrak pengabdian di wilayah Sulawesi Tengah minimal selama lima tahun setelah lulus.
Kolaborasi Strategis dan Dukungan Sekolah
Untuk memperkuat pendanaan, Dinas Pendidikan Sulteng tengah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), guna mendapatkan dukungan sponsor tambahan.
Kadisdik juga meminta para kepala sekolah untuk proaktif membantu siswa yang kesulitan mendaftar.
“Jika diperlukan, kami akan mengirim tim ke sekolah atau membantu proses pendaftaran secara daring agar tidak ada siswa yang tertinggal,” tegasnya.
Perlindungan Guru dan Penghapusan Pungli
Selain beasiswa, Firmanza menegaskan komitmennya untuk menghapus pungutan liar (pungli) dan kekerasan di lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan agar guru dapat bekerja dengan tenang tanpa bayang-bayang masalah hukum.
“Tidak boleh ada lagi pungutan dan kekerasan di sekolah. Kami telah berdiskusi dengan Kejaksaan Tinggi dan pihak kepolisian terkait perlindungan hukum bagi guru, agar mereka bisa fokus mendidik tanpa rasa takut dikriminalisasi,” tambahnya.
Sebagai penutup, ia mengajak semua pihak untuk menjaga integritas program ini. “Mari kita kawal program 'Berani Cerdas' demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Program Beasiswa Berani Cerdas adalah inisiatif Pemprov Sulteng untuk menekan angka putus sekolah, meningkatkan rata-rata lama sekolah, serta memperkuat kualitas SDM melalui bantuan biaya pendidikan yang merata.


