Kadisdik Sulteng Pantau Pelaksanaan UKK di SMK Negeri 1 Palu



Palu – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (Kadisdik Sulteng) Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si., memantau langsung pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Negeri 1 Palu. Kegiatan ujian praktik ini menjadi tahap penting untuk menilai kesiapan siswa kelas XII memasuki dunia kerja.



Kadisdik didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK Edy S.Ag., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Kristi Aria Pratama, serta Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Palu Dra. Hj. Misran. Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Ny. Hj. Isnanda Hikmah.

Dalam pemantauan itu, Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si. menekankan pentingnya UKK sebagai upaya menghasilkan lulusan yang kompeten. “Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa SMK tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga keterampilan praktik yang sesuai dengan standar industri. UKK ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Sulawesi Tengah,” ujarnya.


Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Palu Dra. Hj. Misran menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Pendidikan. “Kami sangat bersyukur atas pemantauan langsung dari Bapak Kadisdik beserta rombongan. Hal ini memotivasi kami untuk terus menyelenggarakan UKK dengan sebaik-baiknya. Dengan melibatkan penguji dari LSP dan praktisi industri, kami berharap seluruh siswa dapat lulus dengan sertifikasi yang diakui dan siap terjun ke dunia kerja,” katanya.

Siswa jurusan Tata Boga (Kuliner) Sekar Ayu Anggraini mengaku merasa lebih percaya diri setelah mengikuti UKK. “Ujian ini sangat membantu saya mengasah keterampilan memasak sesuai standar industri. Saya berharap bisa lulus dan langsung bekerja di restoran atau hotel di Palu,” ujar Sekar Ayu Anggraini.

UKK dilaksanakan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA di lingkungan SMK Negeri 1 Palu. Pelaksanaan terbagi dalam dua skema utama. Skema LSP-P3 berlangsung pada 6–8 April 2026 dan dilanjutkan 13–15 April 2026, sedangkan Skema Mandiri berlangsung pada 13–15 April 2026.


UKK tahun ini diikuti seluruh siswa kelas XII dari berbagai program keahlian dengan rincian peserta sebagai berikut:

- Program Kuliner: 87 peserta (Skema LSP: Commis Chef, Pastry, & F&B Service)  

- Program Perhotelan: 49 peserta (Skema LSP: Room Attendant, Receptionist, & F&B Service)  

- Program Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT): 67 peserta (Skema LSP: Network Administrator Junior)  

- Program Kecantikan dan Spa: 54 peserta (Skema LSP: Rias Pengantin Gaun Panjang)  

- Program Busana: 56 peserta (Skema Mandiri: Paket 1, 2, & 3)  

- Program Usaha Layanan Pariwisata (ULP): 54 peserta (Skema Mandiri: Paket 1 POPW & Paket 2 TG)

Untuk menjamin objektivitas dan kualitas penilaian, sekolah menghadirkan tim penguji kompeten dari internal dan eksternal. Penguji berasal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Mahamu Mandiri, LSP Cohespa, dan LSP Karir Jitu Indonesia, serta praktisi industri dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) seperti Brand FFF by Ferry, Roemah Jahit FA3, Suryana Busana, HPI Kota Palu, dan PT. Tito Journey.

Peran LSP dalam Sertifikasi

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berperan sentral dalam proses sertifikasi UKK. Sebagai lembaga independen berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), LSP menyusun skema sertifikasi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), menyediakan asesor kompeten, melaksanakan asesmen secara sistematis, serta menerbitkan sertifikat kompetensi resmi yang diakui secara nasional. Kolaborasi dengan LSP Mahamu Mandiri, LSP Cohespa, dan LSP Karir Jitu Indonesia memastikan penilaian objektif dan sesuai standar industri.

Dampak terhadap Industri Lokal 

Pelaksanaan UKK memberikan dampak positif bagi industri lokal di Sulawesi Tengah. Melalui link and match dengan DUDI, UKK menghasilkan tenaga kerja muda yang kompeten dan bersertifikat, sehingga mengurangi biaya pelatihan awal bagi perusahaan di sektor kuliner, perhotelan, pariwisata, kecantikan, dan busana. Keterlibatan praktisi industri sebagai penguji juga membuka peluang rekrutmen langsung serta memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Secara keseluruhan, UKK mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing.

Pelaksanaan UKK di SMK Negeri 1 Palu diharapkan menjadi model bagi SMK lainnya di Sulawesi Tengah dalam meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi.

cabangdinas dinaspendidikan provinsisulawesitengah

Berita Terpopuler