Program Berani Cerdas Dorong Peningkatan IPM Sulteng



*Pendidikan Gratis Tanpa Pungutan, Akses Semakin Luas*

Palu – Program Berani Cerdas, salah satu unggulan dari sembilan program prioritas “9 BERANI” Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terus menjadi pendorong utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah. Sepanjang 2025, program beasiswa pendidikan gratis ini telah membuka akses lebih luas bagi ribuan mahasiswa dan siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu, sekaligus mendukung kenaikan IPM Sulteng.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Sulawesi Tengah pada 2025 naik menjadi 72,82, meningkat 0,80 poin dari tahun sebelumnya (72,24). Kenaikan ini masih berada dalam kategori 'tinggi' dan mencerminkan perbaikan komponen pendidikan, termasuk rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid berulang kali menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar rakyat. “Kita ingin tak ada lagi anak putus sekolah di Sulteng karena persoalan biaya pendidikan,” tegasnya.

Capaian Nyata Berani Cerdas

Program ini memberikan beasiswa penuh untuk jenjang sarjana (S1), dengan perluasan ke jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) mulai 2026, khususnya untuk bidang kedokteran spesialis dan keahlian tambang. Alokasi anggaran mencapai lebih dari Rp84 miliar, dengan pembayaran langsung ke perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia.

Untuk jenjang menengah atas, program ini juga menyediakan pendidikan gratis yang mencakup bantuan operasional sekolah serta seragam sekolah gratis berupa baju, sepatu, dan tas bagi puluhan ribu siswa SMA/SMK/SLB yang belum menerima Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat. Bantuan ini bersifat inklusif, berlaku baik di sekolah negeri maupun swasta.

Akademisi sekaligus anggota Tim Percepatan Program Prioritas, Prof. Djayani Nurdin, menilai Berani Cerdas sebagai solusi strategis yang mampu menekan angka putus sekolah dan memperkuat Indeks Modal Manusia (IMM) Sulteng.

Suara dari Masyarakat dan Tanggapan Kadis Pendidikan

Anto, seorang petani asal Parigi, mengapresiasi program Berani Cerdas yang sangat membantu keluarganya. “Program ini sangat membantu saya sebagai petani. Anak saya yang sedang berkuliah dan yang masih SMA bisa sekolah dan kuliah secara gratis, termasuk seragam baju, sepatu, dan tas. Dulu kami khawatir biaya, sekarang beban itu hilang,” ujar Anto.

Sesaat ditemui di sela-sela peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah di halaman Kantor Gubernur, Palu, Senin (13/4/2026), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si menyambut baik keberhasilan program tersebut.

Alhamdulillah, Program Berani Cerdas yang digagas Gubernur Anwar Hafid ini telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan IPM kita. Kenaikan 0,80 poin tersebut tidak lepas dari kontribusi akses pendidikan yang semakin terbuka bagi anak-anak daerah, terutama dari keluarga kurang mampu,” ujar Firmanza.

Ia menekankan bahwa program ini dirancang sebagai pendidikan gratis tanpa syarat pungutan apa pun. 

Kami tidak mentolerir sedikit pun pungutan liar (pungli) dalam proses pendaftaran, verifikasi, maupun pencairan beasiswa. Semua proses dilakukan secara transparan dan langsung ke perguruan tinggi. Jika ada indikasi pungli, kami akan tindak tegas,” tegasnya.

Firmanza menambahkan bahwa bantuan seragam sekolah gratis (baju, sepatu, dan tas) bagi siswa SMA/SMK/SLB merupakan bagian penting dari komitmen tersebut. “Kita ingin tak ada lagi anak putus sekolah di Sulteng karena persoalan biaya pendidikan. Dengan seragam gratis dan biaya sekolah yang ditanggung pemerintah, harapan orang tua dan anak-anak daerah untuk terus belajar semakin terjaga,” katanya.

Mengenai target tahun ini, Firmanza menyatakan bahwa Pemprov Sulteng menargetkan 25 ribu penerima beasiswa untuk jenjang S1, S2, dan S3. 

Tahun ini kita tingkatkan target menjadi 25 ribu mahasiswa. Pendaftaran akan dibuka kembali pada April 2026 dengan sistem yang lebih baik dan transparan. Ini bagian dari upaya kita mewujudkan satu rumah satu sarjana,” jelasnya.

Menurutnya, sinergi dengan ratusan perguruan tinggi dan sekolah di Sulteng menjadi kunci keberhasilan. “Ini investasi jangka panjang untuk menciptakan SDM unggul yang akan membawa Sulteng Nambaso. Dinas Pendidikan berkomitmen memantau agar program ini benar-benar gratis dan tepat sasaran di seluruh pelosok daerah,” tambahnya.

Arah ke Depan

Gubernur Anwar Hafid menyatakan pendaftaran Berani Cerdas akan terus dibuka dengan sistem yang lebih baik. Meski demikian, tantangan pemerataan akses di daerah terpencil masih menjadi perhatian. Pemprov terus melakukan pemantauan agar program tidak hanya meningkatkan angka IPM, tetapi juga melahirkan generasi muda yang kompetitif dan berintegritas.

Dengan semangat gotong royong, program Berani Cerdas diharapkan semakin memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah, mewujudkan visi “Sulteng Nambaso” yang lebih maju dan sejahtera.

Penulis : Humas                                                                                                 Foto : Humas

beranicerdas dinaspendidikan provinsisulawesitengah

Berita Terpopuler