Silaturahmi Akbar Pemangku Adat Se-Sulteng, Gubernur Anwar Hafid Dianugerahi Tomaoge Panjaliku Ntodea
HUMAS UPTD.BLPT
14 April 2026 24 x BERITA DINAS
PALU – Ratusan pemangku adat se-Sulawesi Tengah menggelar Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulteng yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) Provinsi Sulawesi Tengah, di Best Western Coco Palu, Selasa (14/4/2026).
Acara yang mengusung tema “Dari Adat Untuk Peradaban” dengan subtema “Penguatan Peran Masyarakat Adat di Sulteng” ini mengangkat semangat “Berani Beradat, Berdaya untuk Masa Depan”. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran lembaga adat dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga kearifan lokal di tengah dinamika zaman.
Ketua FKPA Provinsi Sulawesi Tengah, Husen Habibu, menyatakan bahwa silaturahmi akbar ini menjadi wadah penting untuk mempererat tali persaudaraan antar pemangku adat dari berbagai kabupaten dan kota di Sulteng.
Dalam acara tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dianugerahi gelar kehormatan adat Tomaoge Panjaliku Ntodea. Gelar ini memiliki makna strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat.
“Pelantikan ini adalah simpul yang mempererat keberagaman kita. Saya berharap para pemangku adat menjadi tiang penyangga yang kokoh dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.” ujar Anwar Hafid
Ia menegaskan sikap pemerintah daerah yang sangat menghargai dan mendukung keberadaan masyarakat adat sebagai bagian integral dari pembangunan Sulteng.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen penuh melindungi hak-hak masyarakat adat, menjaga nilai-nilai kearifan lokal, dan melibatkan pemangku adat secara aktif dalam setiap kebijakan pembangunan. Kami percaya, adat bukan penghalang kemajuan, melainkan fondasi utama peradaban yang berkelanjutan,” katanya.
“Melalui 9 BERANI, kita ingin memastikan pembangunan yang berkeadilan, yang tidak hanya membawa kemajuan material, tetapi juga menjaga keberkahan dan kearifan lokal. Masyarakat adat adalah mitra strategis dalam mewujudkan Sulteng yang maju, mandiri, dan berbudaya,” ujarnya.
“Kita ingin pendidikan di Sulteng berkarakter. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan siap bersinergi dengan perangkat adat untuk membawa nilai-nilai luhur kita ke dalam ruang kelas, sehingga jati diri generasi muda tetap terjaga,” tutur Firmanza
Ia menambahkan bahwa sinergi antara adat dan pendidikan menjadi kunci dalam menyukseskan program “Berani Cerdas”* yang merupakan bagian dari 9 BERANI. “Dengan melibatkan pemangku adat, kita dapat menciptakan model pendidikan yang holistik, yang menanamkan nilai-nilai gotong royong, kejujuran, dan penghormatan terhadap lingkungan serta budaya leluhur,” katanya.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri ratusan pemangku adat dari berbagai etnis di Sulteng. Pelantikan pengurus FKPA diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam mengoptimalkan peran masyarakat adat sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan Sulteng yang lebih maju, berkeadilan, dan berakar pada nilai-nilai adat istiadat.


