HARDIKNAS SMA NEGERI 3 PALU


FOTO KEPALA SMA NEGERI 3 PALU BERSAMA SISWA PASKIBRAKA DAN SISWA YANG MENGENAKAN PAKAIAN ADAT

PALU — Suasana berbeda tampak di halaman SMA Negeri 3 Palu saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (4/5/2026). Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat Nusantara serta batik khas Sulawesi Tengah, menciptakan pemandangan yang sarat makna tentang persatuan dalam keberagaman.


Upacara yang dimulai pukul 07.30 WITA itu mengusung semangat “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Berbeda dari hari-hari biasa yang identik dengan seragam putih abu-abu, peringatan Hardiknas tahun ini menghadirkan corak Batik Bomba dan beragam busana tradisional yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia. Nuansa itu menjadikan upacara tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga ruang pembelajaran nilai-nilai kebangsaan secara langsung.


Kepala SMA Negeri 3 Palu, H. Idris Ade, S.Pd., M.Si., yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa penggunaan busana adat bukan sekadar simbol seremonial. “Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk mengingat kembali akar budaya kita. Dengan mengenakan pakaian adat dan batik, kita mengajarkan kepada siswa bahwa menjadi cerdas saja tidak cukup. Mereka juga harus tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan bangga akan identitas bangsanya,” ujarnya dalam amanat upacara.

Menurut pihak sekolah, penggunaan batik dan pakaian adat dalam peringatan Hardiknas mengandung sejumlah makna penting, mulai dari pelestarian warisan budaya, penegasan nilai kesetaraan, hingga penguatan karakter kebangsaan. Dalam balutan busana tradisional, seluruh warga sekolah berdiri sejajar sebagai bagian dari komunitas pendidikan yang sama. Peringatan Hardiknas di SMAN 3 Palu tahun ini pun menjadi penegas bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan tetap berpijak pada jati diri bangsa.


siswa staf guru cabangdinas dinaspendidikan provinsisulawesitengah

Berita Terpopuler