Sigi dan Sulteng Sinergikan Sekolah Nasional Terintegrasi


SIGI— Pemerintah Kabupaten Sigi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyepakati sinergi kebijakan untuk mendukung operasionalisasi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Kerja sama ini mengintegrasikan penyediaan infrastruktur oleh pemerintah kabupaten dengan jaminan pembiayaan pendidikan gratis dari pemerintah provinsi guna menekan angka putus sekolah.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Bora, Kabupaten Sigi, Selasa (28/4/2026). Bahkan, dilakukan peninjauan langsung ke lokasi calon sekolah di Kecamatan Marawola untuk memastikan kesiapan lahan dan aksesibilitas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi Nuim Hayat menyatakan, pemerintah kabupaten fokus pada penyiapan sarana fisik dan regulasi daerah. Hal ini guna mendukung pengelolaan sekolah yang mengintegrasikan jenjang SD hingga SMA dalam satu manajemen.

”Kami menyiapkan regulasi daerah agar integrasi jenjang pendidikan memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk penganggaran fasilitas penunjang seperti laboratorium dan asrama bagi siswa dari wilayah terpencil,” ujar Nuim.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Firmanza DP menjelaskan, dukungan provinsi disalurkan melalui program ”Berani Cerdas”. Program ini mencakup Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), penyediaan seragam gratis, serta beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi.

Firmanza menegaskan, pemerintah provinsi berkomitmen agar sekolah terbebas dari segala bentuk pungutan. ”Kami pastikan tidak ada pungutan apa pun, termasuk untuk seragam dan kegiatan praktek kerja industri. Semua ditanggung program provinsi,” katanya.

Langkah integrasi ini merupakan upaya strategis pemerintah daerah untuk mengakselerasi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir 2025, IPM Sulawesi Tengah telah mencapai 72,82 poin atau berada pada kategori tinggi.

Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan menjadi model percontohan sinergi antar-tingkat pemerintahan dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lengkap dan modern. Keberadaan asrama dan laboratorium terpadu diharapkan mampu memfasilitasi minat belajar siswa dari berbagai pelosok wilayah secara lebih efektif.

Peninjauan lapangan sebelumnya melibatkan berbagai instansi, mulai dari Bappeda hingga Kantor Wilayah ATR/BPN Kabupaten Sigi, guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai regulasi dan siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

siswa cabangdinas dinaspendidikan provinsisulawesitengah

Berita Terpopuler