UKK SMKN 1 Poso Resmi Dimulai, Siswa Siap Buktikan Kompetensi Keahlian


Kepala SMKN 1 Poso, Pengawas SMK, Penguji EKsternal, dan Penguji Internal

POSO, Kamis 23 April 2026 – POSO– Sebanyak 158 siswa kelas XII SMK Negeri 1 Poso secara resmi mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dimulai pada Kamis (23/4/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya sekolah dalam menjamin mutu lulusan agar memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah berkolaborasi dengan berbagai instansi strategis dan perusahaan swasta sebagai penguji eksternal. Mitra industri yang terlibat meliputi PT Telkom Indonesia Tbk Poso, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi), Pamorindo Education Center, CV A3 Printing, serta instansi pemerintah seperti Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR Kabupaten Poso.



Kepala SMK Negeri 1 Poso, Ibu Neni Hartati Ruutana, S.Pd., MM, menegaskan bahwa UKK bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan instrumen ukur yang sahih untuk menilai penguasaan kompetensi siswa selama tiga tahun pendidikan. "Ini adalah momen penting bagi siswa untuk membuktikan kesiapan mereka terjun ke dunia kerja atau bahkan berwirausaha secara mandiri," ungkapnya.

Proses pengujian mencakup enam program keahlian unggulan, antara lain: - Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB)

- Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) - Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) - Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) - Desain Komunikasi Visual (DKV) - Pemasaran Sebelumnya, laporan praktik industri telah dipresentasikan oleh para siswa sebagai bentuk pertanggungjawaban atas masa magang yang telah mereka selesaikan di berbagai perusahaan mitra.



Persiapan Terstruktur

Ketua Panitia Pelaksana, Bapak Christianto Albert Hingkua, S.Pd., menyatakan bahwa seluruh tahapan ujian telah dipersiapkan secara matang sesuai dengan pedoman operasional standar Pos UKK 2026. Persiapan meliputi verifikasi perangkat uji hingga sinkronisasi materi ujian dengan kebutuhan kompetensi terkini di lapangan. "Kami fokus pada peningkatan keterampilan praktis siswa," kata Chris singkat.

Kegiatan UKK ini direncanakan akan berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan. Pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan memperoleh hasil maksimal. Sertifikat UKK yang diperoleh nantinya dapat digunakan sebagai salah satu syarat pendukung dalam melamar pekerjaan.

Hal ini menjadi salah satu keunggulan pendidikan di SMK, di mana siswa tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang menunjukkan kesiapan mereka untuk terjun langsung ke dunia kerja. (AP)



siswa guru dinaspendidikan provinsisulawesitengah

Berita Terpopuler