PENTAS SENI SASS CARAKA SMA NEGERI 3 PALU


Kepala SMA Negeri 3 Palu H. Idris Ade, S.Pd.,M.Si Membuka Secara Resmi Kegiatan Pentas Seni Sass Caraka

Harmoni Tradisi dalam Gerak, Mengulas Pentas Seni "Balulang Nembali" Sanggar Seni Sass Caraka SMAN 3 Palu

Dunia pendidikan menengah atas tidak hanya menjadi ruang bagi pengasahan intelektual lewat rumus dan teori, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi pelestarian budaya. Di Kota Palu, SMA Negeri 3 Palu melalui ekstrakurikuler Sanggar Seni Sass Caraka (SSSC) kembali membuktikan eksistensinya dengan menggelar sebuah mahakarya pertunjukan bertajuk "Balulang Nembali". Pentas seni ini merupakan sebuah pernyataan sikap anak muda dalam menjaga nyala api tradisi di tengah gempuran modernitas. Melalui Sanggar Seni Sass Caraka, SMAN 3 Palu telah berhasil menciptakan ekosistem yang sehat bagi para seniman muda untuk bereksperimen tanpa meninggalkan akar. Balulang Nembali adalah bukti nyata bahwa kreativitas siswa tidak memiliki batas. "Seni bukan hanya soal apa yang dilihat mata, tapi tentang apa yang dirasakan oleh batin. Lewat Balulang Nembali, kami ingin teman-teman sebaya sadar bahwa budaya kita sangatlah keren," ujar salah satu anggota Sass Caraka di sela acara.


Filosofi di Balik Nama "Balulang Nembali"

Secara etimologis, judul yang diangkat dalam pentas seni ini memiliki kedalaman makna yang berakar pada kearifan lokal suku Kaili. "Balulang" sering kali dikaitkan dengan wadah atau kulit yang membungkus, sementara "Nembali" bermakna kembali atau bertransformasi. Secara filosofis, Balulang Nembali dapat diartikan sebagai proses kembalinya jati diri manusia ke akar budayanya setelah sekian lama berkelana dalam pengaruh luar. Bagi para siswa yang tergabung dalam Sanggar Seni Sass Caraka, tema ini dipilih sebagai pengingat bahwa sejauh apa pun teknologi berkembang, identitas sebagai masyarakat Sulteng yang religius dan berbudaya tidak boleh luntur. Pertunjukan ini menjadi medium "kepulangan" bagi para penonton untuk melihat kembali kekayaan gerak, bunyi, dan rupa yang dimiliki tanah kaili. Pentas seni "Balulang Nembali" oleh Sanggar Seni Sass Caraka SMAN 3 Palu bukan sekadar hiburan semalam. Ia adalah sebuah monumen kecil yang dibangun oleh tangan-tangan muda untuk menghormati leluhur dan menyambut masa depan. Keberhasilan acara ini menjadi standar baru bagi pertunjukan seni tingkat sekolah di Sulawesi Tengah. Kita berharap, semangat "kembali ke akar" yang diusung oleh Sass Caraka dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk terus menghidupkan seni tradisi. Sebab, di tangan pemuda yang mencintai budayanyalah, identitas sebuah bangsa akan tetap terjaga dengan abadi.

Teruslah berkarya, Sass Caraka! Salama!


beranicerdas prestasi siswa staf guru cabangdinas dinaspendidikan provinsisulawesitengah

Berita Terpopuler