459 Ton Durian Sulteng Menuju Tiongkok, Anwar Hafid Sebut sebagai 'Emas Berduri'
HUMAS UPTD.BLPT
16 April 2026 137 x BERITA DINAS
Palu— Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor perdana 459 ton durian ke Tiongkok dalam acara puncak yang digelar di Kelurahan Baiya, Kota Palu, Kamis (16/4/2026). Pelepasan tersebut bertepatan dengan rangkaian perayaan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, dengan nilai ekspor mencapai Rp42,5 miliar.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut durian sebagai 'emas berduri' yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan bersifat terbarukan, berbeda dengan sumber daya tambang yang suatu saat akan habis.
“Durian ini emas berduri kita. Nilainya tinggi, bisa diperbarui, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Anwar menargetkan Kabupaten Parigi Moutong menjadi sentra produksi durian terbesar di dunia. Saat ini, kabupaten tersebut menjadi salah satu pemasok utama dengan produksi mencapai 903,9 ton per tahun, khususnya dari kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya. Sementara Kabupaten Sigi telah menyatakan kesiapannya sebagai pengekspor pendukung dengan produksi 5000 kuintal per tahun.
Menurut Anwar Hafid, terbukanya jalur ekspor langsung ini akan membuka lapangan kerja luas, menghidupkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kesejahteraan petani karena harga jual durian yang lebih stabil dan kompetitif.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tengah Richard Arnaldo menekankan penguatan legalitas usaha dan hilirisasi produk. Ia mengingatkan pelaku usaha dan petani untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), P-IRT, serta sertifikasi halal agar produk memenuhi standar internasional, khususnya pasar Tiongkok.
“Fokus kami adalah hilirisasi durian agar tidak hanya menjual bahan mentah, tapi juga menciptakan nilai tambah yang dapat menyerap tenaga kerja lokal,” kata Richard Arnaldo.
Disperindag juga mendukung program peningkatan kompetensi sumber daya manusia, termasuk dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan pelatihan Bahasa Mandarin bagi tenaga kerja daerah guna memperlancar koordinasi bisnis dengan mitra Tiongkok.
Sinergi antar-dinas menjadi kunci. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dodot Tinarto, S.Sos., MT., menyebut terbukanya kran ekspor langsung ini sebagai pemicu kebangkitan sektor hortikultura di “Negeri Seribu Megalith”.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah di bawah Kepala Dinas Drs. Firmanza DP turut mendukung melalui penyelarasan kurikulum SMK pertanian dengan standar ekspor. Program link and match ini mencakup teknik budidaya durian kualitas global, penanganan pascapanen sesuai standar, serta muatan Bahasa Inggris dan Mandarin.
Dinas Pendidikan juga mendorong SMK menjadi Pusat Keunggulan untuk hilirisasi, seperti pengolahan durian menjadi produk bernilai tambah (durian beku atau olahan), serta edukasi pertanian berkelanjutan dan smart farming agar regenerasi petani tetap terjaga.


