Cegah Narkotika, Murid Baru SMANOR Tadulako Palu Wajib Tes Urine
SMAN Olahraga Tadulako Palu
21 Juli 2026 162 x KOTA PALU
Pengambilan sampel urin Murid Baru oleh tim BNNP Sulawesi Tengah
PALU — Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah untuk menggelar tes urine bagi seluruh Murid Baru Tahun Ajaran ini 2026/2027. Langkah tegas ini diambil sebagai upaya pencegahan sejak dini serta memastikan lingkungan sekolah bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan pemeriksaan urine dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026 di SMANOR Tadulako Palu, Sulawesi Tengah. Sebanyak seratus tujuh belas murid baru yang telah lolos seleksi masuk diwajibkan mengikuti tahapan tes kesehatan ini sebelum memulai proses belajar-mengajar secara efektif.
Kewajiban pemeriksaan/tes urine bagi murid baru untuk deteksi dini pemakaian narkoba bagi murid baru SMANOR Tadulako Palu bekerja sama dengan BNNP Sulawesi Tengah untuk memastikan lingkungan sekolah khususnya bagi para atlet muda bersih dari narkoba, menjaga integritas prestasi olahraga, serta memetakan langkah edukasi pencegahan secara dini . Petugas medis BNNP Sulteng mengumpulkan dan menguji sampel urine murid baru secara langsung dengan pengawasan ketat dan transparansi.
Kepala Sekolah SMANOR Tadulako menegaskan bahwa sebagai sekolah pencetak atlet masa depan daerah maupun nasional, kedisiplinan dan fisik para murid harus dijaga dengan ketat.
"Anak-anak ini adalah calon atlet berprestasi. Narkoba tidak hanya merusak masa depan mereka, tetapi juga menghancurkan karier olahraga yang sedang dibina. Kerja sama dengan BNNP Sulteng ini adalah komitmen awal kami," tegasnya.
Sementara itu, perwakilan dari BNNP Sulawesi Tengah menyambut positif inisiatif pihak sekolah. Pihak BNNP menjelaskan bahwa prosedur tes dilakukan secara profesional dan rahasia. Jika nantinya ditemukan sampel yang terdeteksi positif, BNNP bersama pihak sekolah dan orang tua tidak langsung menjatuhkan sanksi hukum, melainkan akan melakukan asesmen medis dan langkah rehabilitasi sesuai aturan yang berlaku.
Proses pemeriksaan berjalan lancar dan tertib, di mana para murid secara bergantian mengambil wadah sampel dengan pendampingan petugas untuk memastikan keabsahan hasil tes.







