Gubernur Anwar Hafid Pimpin Upacara HUT ke-62 Sulteng, Ekonomi Tumbuh 8,47%, Kemiskinan Turun, IPM Naik


Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) berhasil mencatatkan sejumlah capaian pembangunan yang menggembirakan sepanjang tahun 2025, tahun pertama kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido. Melalui sembilan program prioritas unggulan "9 BERANI”, daerah ini mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional sekaligus menekan angka kemiskinan.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan di hadapan DPRD Sulteng pada akhir Maret 2026, Gubernur Anwar Hafid memaparkan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp4,95 triliun meski dihadapkan pada tekanan fiskal. Pertumbuhan ekonomi Sulteng tercatat sebesar 8,47 persen, jauh melampaui rata-rata nasional 5,05 persen dan menempatkan provinsi ini di peringkat kedua secara nasional.

Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa pembangunan kita mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Penurunan Kemiskinan dan Pemerataan

Salah satu indikator penting yang membaik adalah tingkat kemiskinan yang turun dari 11,04 persen pada September 2024 menjadi 10,52 persen pada September 2025, dengan pengurangan sekitar 12.950 jiwa miskin. Indeks Gini juga menunjukkan perbaikan distribusi pendapatan, turun dari 0,309 menjadi 0,277. Sementara tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan tipis dari 2,94 persen menjadi 2,92 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Sulteng naik dari 72,24 menjadi 72,82, tetap berada dalam kategori tinggi. Capaian ini didorong oleh intervensi di sektor pendidikan dan kesehatan melalui program Berani Cerdas dan Berani Sehat.

Di bidang pendidikan, Pemprov menyalurkan bantuan kepada puluhan ribu siswa di 13 kabupaten/kota, termasuk beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi. Tahun lalu sekira 23 ribu penerima beasiswa, tahun ini ditargetkan 25 ribu penerima beasiswa untuk S1, S2 dan S3. Di sektor kesehatan, upaya penguatan layanan dasar dan peningkatan fasilitas terus dilakukan.

Program Unggulan “9 BERANI” Mulai Menuai Hasil

Program BERANI Bedah Rumah yang baru saja dicanangkan di Donggala menjadi sorotan utama sebagai upaya konkret mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan hunian layak. Program ini diharapkan menjadi pintu masuk percepatan penurunan kemiskinan dengan melibatkan gotong royong masyarakat.

Di sektor infrastruktur Berani Lancar, alokasi anggaran signifikan digunakan untuk perbaikan jalan provinsi dan kabupaten. Pemprov juga mempertahankan predikat A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award 2025, menunjukkan tata kelola pemerintahan yang semakin akuntabel.

Momentum HUT ke-62: Gubernur Pimpin Upacara Khidmat

Capaian-capaian tersebut semakin menguat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang jatuh pada Senin (13/4/2026). Gubernur Anwar Hafid memimpin langsung upacara resmi yang digelar secara khidmat di halaman Kantor Gubernur, Jalan Sam Ratulangi, Palu. Upacara tersebut kental dengan nuansa budaya, dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta penampilan drum band dan hiburan lokal.


Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Gubernur Anwar Hafid menganalogikan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai 'ibu' yang telah melahirkan 3,7 juta penduduk serta 13 kabupaten/kota. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan dedikasi dan gotong royong, khususnya dalam mewujudkan hunian layak bagi warga. “Masih ada sekitar 80 ribu anak Sulteng yang belum memiliki rumah layak huni. Mari kita kesampingkan ego dan bersama-sama membantu saudara-saudara kita,” tegasnya.

Peringatan HUT ke-62 ini mengusung tema “Bersatu Dalam Nawa Cita Berani, Menuju Sulteng Nambaso”. Gubernur menekankan bahwa pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama melalui kolaborasi dan persatuan.

Tantangan dan Arah ke Depan

Meski mencatat kemajuan, Pemprov Sulteng masih menghadapi tantangan seperti pemerataan infrastruktur di daerah terpencil. Untuk tahun 2026, Gubernur Anwar Hafid menyatakan akan memimpin langsung asistensi penyusunan APBD agar program “9 BERANI” dapat dipercepat dan memberikan dampak yang lebih luas.

Capaian di tahun pertama ini, yang dirayakan secara khidmat dalam upacara HUT ke-62, memberikan harapan bagi masyarakat Sulteng bahwa visi “Sulteng Nambaso” (lebih maju) sedang diwujudkan secara bertahap melalui kerja keras dan gotong royong semua pihak.

dinaspendidikan provinsisulawesitengah

Berita Terpopuler