Jelang Penutupan SPMB, SMAN 1 Toili Barat Dipadati Calon Siswa yang Alami Kendala Daftar Mandiri
SMAN 1 Toili Barat
08 Juni 2026 74 x CABANG DINAS WILAYAH V
TOILI BARAT – Kesibukan luar biasa terlihat di posko pendaftaran SMAN 1 Toili Barat menjelang detik-detik penutupan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Puluhan calon siswa baru didampingi orang tua berbondong-bondong mendatangi sekolah bukan untuk menyerahkan berkas fisik, melainkan untuk meminta bantuan melakukan pendaftaran secara online.
Banyaknya calon peserta didik yang datang langsung ke sekolah ini dipicu oleh berbagai kendala teknis saat mencoba mendaftar secara mandiri dari rumah.
Kendala Teknis dan Gagap Teknologi Jadi Pemicu
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar calon siswa mengaku kesulitan mengakses situs resmi pendaftaran akibat jaringan internet yang kurang stabil di wilayah tempat tinggal mereka. Selain itu, minimnya pemahaman tentang alur pengunggahan dokumen digital menjadi alasan utama lainnya.
"Saya sudah coba daftar dari rumah pakai HP, tapi gagal terus saat mau upload berkas. Karena takut waktu pendaftaran habis, saya langsung datang ke sekolah. Alhamdulillah di sini dibantu sampai selesai," ujar salah satu calon siswa baru yang mengantre.
Beberapa kendala yang paling sering dikeluhkan oleh calon siswa antara lain:
Ukuran Berkas Terlalu Besar: Kesulitan mengubah ukuran (resize) foto atau scan dokumen sesuai format sistem.
Kesalahan Input Data: Ketakutan salah memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atau data kependudukan.
Server Padat: Trafik situs SPMB yang melambat menjelang hari penutupan karena diakses secara bersamaan oleh ribuan pendaftar.
Sekolah Siapkan Pelayanan Prima dan Operator Khusus
Mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak SMAN 1 Toili Barat telah bergerak cepat dengan menyiagakan tim panitia dan operator dapodik/SPMB di laboratorium komputer sekolah. Fasilitas komputer dan internet sekolah dibuka lebar untuk memandu para calon siswa melakukan registrasi hingga mendapatkan bukti pendaftaran.
Langkah jemput bola ini diambil sebagai bentuk pelayanan prima sekolah agar tidak ada calon siswa yang kehilangan haknya untuk melanjutkan pendidikan hanya karena kendala teknis digital.
"Kami memahami bahwa tidak semua calon siswa memiliki perangkat yang memadai atau jaringan yang stabil di rumahnya. Oleh karena itu, panitia siap mendampingi dan memfasilitasi proses pendaftaran online ini sampai tuntas, dengan tetap menjaga ketertiban," ungkap pihak panitia SPMB sekolah.
Imbauan Menjelang Detik-Detik Terakhir
Pihak sekolah mengimbau kepada seluruh masyarakat dan calon siswa yang masih belum menyelesaikan proses pendaftaran untuk segera memanfaatkan waktu yang tersisa. Calon siswa diharapkan tidak menunda pendaftaran hingga menit-menit terakhir demi menghindari server yang down atau penuh.
Dengan adanya bantuan langsung dari posko sekolah ini, diharapkan seluruh proses SPMB di SMAN 1 Toili Barat dapat berjalan dengan lancar, transparan, dan sukses.
Penulis : Team Humas SMAN 1 Toili Barat







