Keluarga Besar SMAN 3 Palu Salurkan Bantuan Rp12 Juta Langsung ke Lokasi Gempa Sigi "SMANTI PALU PEDULI"
SMAN 3 Palu
17 Juni 2026 383 x KOTA PALU
Foto bersama Kepsek dan guru SMA Negeri 3 Palu saat donasi kemanusiaan terkumpul
PALU – Duka yang menyelimuti warga Kabupaten Sigi pascabencana gempa bumi Selasa, 16 Juni 2026 memantik empati mendalam dari berbagai pihak. Tidak terkecuali dari dunia pendidikan. Bergerak atas dasar kemanusiaan, Keluarga Besar SMA Negeri 3 (SMANTI) Palu menunjukkan aksi nyata dengan menggalang dana guna meringankan beban para korban yang terdampak langsung oleh bencana tersebut. Aksi solidaritas yang dimotori oleh Kepala Sekolah H. Idris Ade, S.Pd.,M.Si, jajaran pihak sekolah, guru, staf tata usaha, serta dikoordinasikan bersama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan MPK ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp12.000.000 (Dua Belas Juta Rupiah). Uang yang terkumpul kemudian langsung dimasukkan kedalam amplo dan diserahkan secara mandiri ke titik lokasi pengungsian yang paling membutuhkan di Kabupaten Sigi.
Inisiasi penggalangan dana ini lahir sehari pasca bencana gempa dan kabar mengenai dampak kerusakan gempa di Sigi mulai meluas. Mengingat kedekatan geografis dan ikatan emosional yang kuat antardaerah di Sulawesi Tengah, para siswa dan guru di SMAN 3 Palu merasa memiliki tanggung jawab moral untuk saling menguatkan. Kepala Sekolah SMAN 3 Palu H. Idris Ade, S.Pd.,M.Si menyatakan bahwa aksi ini bukan sekadar tentang nominal angka yang dikumpulkan, melainkan tentang bagaimana merawat rasa kemanusiaan dan empati di kalangan generasi muda. "Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak didik kami bahwa esensi dari pendidikan bukan hanya mengejar nilai akademik di dalam kelas, melainkan juga menumbuhkan kepekaan sosial. Ketika saudara kita di Sigi tertimpa musibah, sudah kewajiban kita untuk mengulurkan tangan," ujarnya. Berbeda dengan penyaluran bantuan pada umumnya yang seringkali dititipkan melalui posko bantuan. Keluarga Besar SMAN 3 Palu memilih metode distribusi langsung. Langkah ini diambil karena pihak sekolah ingin melihat langsung kondisi korban korban pasca gempa tersebut dan menyentuh warga yang berada di titik-titik terisolasi. Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 3 Palu telah membuktikan diri tidak hanya sebagai lembaga pencetak prestasi akademik, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang berhasil membentuk karakter siswa yang berjiwa sosial tinggi, peduli, dan tanggap terhadap bencana di sekitarnya. Diharapkan, aksi nyata ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain serta komunitas masyarakat luas untuk terus mengalirkan bantuan bagi pemulihan Kabupaten Sigi.







