KUNJUNGAN KERJA ANGGOTA KOMISI IV DPRD PROVINSI SULAWESI TENGAH; Pengawasan Pelaksanaan Program Berani Cerdas dan Persiapan Penerimaan Siswa Baru di SMA Negeri 1 Sigi

SMAN 1 Sigi
29 April 2026 23 x KAB. SIGI

Foto Bersama Bapak Kepala Sekolah SMAN 1 Sigi, Wakasek Humas, dan Wakasek Kesiswaan bersama Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah

Sigi – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Komisi IV Aris Tan melaksanakan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Sigi dalam rangka pengawasan pelaksanaan Program Berani Cerdas serta meninjau kesiapan sekolah dalam menghadapi penerimaan siswa baru tahun ajaran mendatang.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, hingga tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya melalui Program Berani Cerdas yang bertujuan mendorong akses dan kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah.

Dalam dialog bersama pihak sekolah, dibahas sejumlah hal penting, di antaranya pemanfaatan bantuan pendidikan, kesiapan sarana dan prasarana, serta strategi sekolah dalam menghadapi penerimaan peserta didik baru. Pihak sekolah menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga peningkatan layanan administrasi guna mendukung proses penerimaan siswa baru yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, Aris Tan selaku Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah melakukan pengawasan mengenai evaluasi Kondisi Sarana Pendidikan dan Implementasi Program Bantuan Pendidikan di SMA Negeri 1 Sigi. Kunjungan ini juga membahas kondisi sarana prasarana pendidikan serta implementasi program bantuan pendidikan di SMA Negeri 1 Sigi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Fokus kunjungan mencakup dampak pascabencana gempa bumi tahun 2018 terhadap ketersediaan ruang belajar, pelaksanaan bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tahun anggaran 2025/2026, serta efektivitas Program Beasiswa Berani Cerdas.
Hasil kunjungan menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan utama dalam proses pembelajaran. Di sisi lain, bantuan pendidikan yang diberikan terbukti meringankan beban peserta didik, meskipun masih terdapat kendala dalam aspek pendataan, akses informasi, serta mekanisme monitoring dan evaluasi program beasiswa.
Menurut Aris Tan, SMA Negeri 1 Sigi sebagai salah satu sekolah unggulan di Kecamatan Sigi Biromaru memiliki peran penting dalam menyediakan layanan pendidikan menengah bagi masyarakat Kabupaten Sigi dan sekitarnya.
Namun demikian, sekolah ini masih menghadapi tantangan serius, terutama akibat kerusakan infrastruktur pascagempa bumi Sulawesi Tengah tahun 2018. Selain itu, implementasi berbagai program bantuan pendidikan juga memerlukan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik.
Dampak Pascabencana terhadap Sarana Pembelajaran
Gempa bumi yang terjadi pada tahun 2018 memberikan dampak signifikan terhadap infrastruktur sekolah. Sebanyak tujuh ruang belajar mengalami kerusakan berat dan hingga kini masih memengaruhi proses pembelajaran.
Keterbatasan ruang kelas menyebabkan sebagian siswa harus belajar di ruang laboratorium fisika. Ketika laboratorium digunakan untuk kegiatan praktikum, proses belajar mengajar dipindahkan ke taman sekolah atau ruang belajar sementara yang dibangun pascagempa. Kondisi tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi, antara lain:
1. Menurunnya kenyamanan belajar peserta didik.
2. Terganggunya efektivitas proses pembelajaran.
3. Timbulnya rasa ketidakadilan antar kelas.
4. Terbatasnya pemanfaatan laboratorium sesuai fungsi akademik.
Atas dasar itu, pihak sekolah berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat memberikan perhatian serius terhadap percepatan pembangunan kembali tujuh ruang kelas yang rusak berat.
SMA Negeri 1 Sigi memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan menengah unggulan di Kabupaten Sigi. Namun, keterbatasan sarana akibat dampak gempa bumi 2018 masih menjadi persoalan mendasar yang memerlukan penanganan segera.

beranicerdas dinaspendidikan provinsisulawesitengah

Berita Terpopuler