Menjadi Remaja Hebat, Berani Mencegah dan Menghentikan Kekerasan di SMKN 1 Poso


kiri-kanan : Plt Kepala DP3A Kab.Poso, Kepala SMKN 1 Poso, Perwakilan Murid,Bpk. Ardikayana, Ibu Amny Hasan, tim DP3A

Poso, (22/08/2026)— Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik terus dilakukan SMKN 1 Poso. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang diikuti dengan antusias oleh siswa SMKN 1 Poso.


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya mengenali, mencegah, dan menghentikan berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman untuk menjadi remaja yang mampu menjaga diri, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMKN 1 Poso dan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala DP3A, Bapak Rimed Pede, S.H., M.Si. Kehadiran pihak DP3A menjadi bagian dari penguatan kolaborasi dalam memberikan perlindungan dan edukasi kepada peserta didik.

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Nur Amny A. Hasan, S.Pd., SD dengan topik “Stop Kekerasan terhadap Anak”. Melalui materi tersebut, siswa diajak untuk memahami berbagai bentuk kekerasan, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya membangun keberanian untuk mencegah dan melaporkan tindakan kekerasan.


Selanjutnya, materi “Remaja Hebat” disampaikan oleh Bapak I Putu Ardikayana, M.Psi., Psikolog Klinis. Dalam sesi ini, siswa mendapatkan penguatan mengenai bagaimana menjadi remaja yang memiliki karakter positif, mampu menjaga diri, membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan, serta mengambil keputusan secara bijak.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap sesi dengan perhatian dan terlibat dalam proses edukasi yang diberikan oleh para narasumber.


Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Poso berharap edukasi yang telah diterima tidak berhenti sebatas pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan mampu menjadi bagian dari lingkungan yang saling menjaga, berani mencegah kekerasan, tidak menjadi pelaku maupun korban, serta semakin bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak ikut menyebarkan berita bohong (hoaks) maupun konten yang mengandung kekerasan.

Kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk membangun remaja yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peduli, berani, bijak, dan mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi dirinya maupun orang lain. (AMP)


siswa

Berita Terpopuler