Menuju Sulteng Nambaso yang Inklusif dan Berkelanjutan
HUMAS UPTD.BLPT
13 April 2026 58 x BERITA DINAS
Refleksi Satu Tahun Program BERANI di Usia Provinsi yang ke-62
Hari ini, 13 April 2026, Sulawesi Tengah memperingati Hari Ulang Tahun ke-62. Di tengah semangat "Bersatu dalam Nawa Cita BERANI Menuju Sulteng Nambaso”, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. menegaskan komitmennya membangun daerah yang tidak hanya besar secara ekonomi, tetapi juga adil dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat.
Visi “Sulteng Nambaso” yang bermakna Sulawesi Tengah yang luar biasa diwujudkan melalui 9 Program BERANI, sebuah nawacita prioritas yang dirancang berdasarkan aspirasi masyarakat dan kebutuhan riil daerah. Program-program ini menjadi peta jalan pembangunan lima tahun ke depan, dengan penekanan pada pemenuhan kebutuhan dasar, pemerataan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, serta nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal.
Berikut adalah 9 Program BERANI yang menjadi andalan Pemprov Sulawesi Tengah:
BERANI Cerdas : Program beasiswa dan bantuan pendidikan bagi masyarakat Sulteng, termasuk pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa, serta sekolah gratis hingga jenjang menengah. Melalui inisiatif “Nambaso”, anak-anak dari keluarga kurang mampu diberi kesempatan meraih pendidikan berkualitas tanpa hambatan biaya.
BERANI Sehat : Layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Sulteng melalui kerja sama strategis dengan BPJS Kesehatan. Program ini bertujuan mewujudkan akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
BERANI Lancar : Fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan barang. Program ini diharapkan mengatasi keluhan jalan rusak di berbagai wilayah, sehingga konektivitas antar-kabupaten semakin lancar.
BERANI Terang : Upaya pemerataan akses listrik ke seluruh pelosok desa di Sulawesi Tengah. Dengan memanfaatkan potensi energi baru terbarukan, program ini menjawab tantangan pasokan listrik yang masih belum stabil di daerah terpencil.
BERANI Murah : Program pengendalian harga pangan dan kebutuhan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Melalui stabilisasi harga sembako dan distribusi yang tepat sasaran, daya beli masyarakat diharapkan terus terjaga.
BERANI Berkah : Inisiatif yang berfokus pada kesejahteraan spiritual dan bantuan untuk rumah ibadah serta kegiatan keagamaan. Program ini menjadi inti dari 9 BERANI, karena menekankan nilai religius, kerukunan antar-umat beragama, dan pelestarian kearifan lokal sebagai fondasi keharmonisan sosial.
BERANI Panen : Dukungan bagi petani dan nelayan melalui bantuan bibit, pupuk, serta alat mesin pertanian guna memastikan ketahanan pangan. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas sektor agromaritim sehingga Sulteng semakin mandiri dalam pangan.
BERANI Kerja : Pembukaan lapangan kerja baru melalui sinergi dengan sektor industri untuk menyerap tenaga kerja lokal. Dengan memanfaatkan kawasan industri hilirisasi seperti di Morowali, program ini diharapkan menciptakan kesempatan kerja yang luas bagi putra-putri daerah.
BERANI Maju : Program percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM agar daerah lebih mandiri secara ekonomi. Melalui promosi komoditas unggulan dan kemitraan strategis, UMKM didorong menjadi tulang punggung perekonomian kerakyatan.
Capaian awal program-program ini sudah mulai terlihat. Nilai ekspor Sulteng yang mencapai US$2,09 miliar pada Januari 2026 menempatkan provinsi ini di peringkat kedua nasional, didorong oleh hilirisasi sumber daya alam. Program Berani Cerdas dan Berani Sehat telah memberikan manfaat langsung kepada puluhan ribu mahasiswa dan warga yang berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP. Sementara itu, upaya percepatan infrastruktur dan pemerataan listrik terus digenjot meski di tengah tekanan efisiensi anggaran.
Sejarah mencatat bahwa Sulawesi Tengah adalah provinsi yang kaya akan sumber daya alam, sekaligus rawan bencana. Di usia 62 tahun, tantangan terbesar bukan lagi sekadar mengejar pertumbuhan, melainkan memastikan pertumbuhan itu adil dan berkelanjutan. Hilirisasi nikel memang mendongkrak ekspor, tetapi ia juga harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab serta penciptaan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat lokal. Program BERANI akan bermakna hanya jika dirasakan bukan saja oleh mereka yang tinggal dekat kawasan industri, melainkan juga oleh petani di pedalaman Poso, nelayan di pesisir Banggai, atau keluarga di pegunungan Parigi Moutong.
Namun, Pemprov menyadari bahwa tantangan masih ada. Pemerataan pembangunan ke pelosok desa, stabilisasi pasokan listrik, serta penyerapan tenaga kerja lokal di sektor industri besar menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dipercepat.
Kolaborasi yang digaungkan Gubernur antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD, Forkopimda, sektor swasta, dan masyarakat adalah kunci. Di tengah tekanan fiskal, efisiensi anggaran menuntut kreativitas, kemitraan yang akuntabel, serta inovasi di sektor agromaritim. Selain itu, pemberdayaan UMKM perlu diperkuat melalui expo dan promosi komoditas unggulan seperti durian. Lebih dari itu, semangat 'Berani' harus diwujudkan dalam tata kelola yang bersih, transparan, dan dekat dengan rakyat karakter yang melekat pada sosok Anwar Hafid dan Reny A. Lamadjido.
Di usia ke-62, Sulawesi Tengah berada di persimpangan sejarah. Dengan kekayaan sumber daya alam, posisi strategis di Kawasan Timur Indonesia, dan semangat 'Berani' yang digaungkan pemimpinnya, provinsi ini memiliki peluang besar menjadi kekuatan baru pembangunan nasional. Yang terpenting adalah memastikan pertumbuhan itu inklusif, berkelanjutan, dan penuh keberkahan.
Dirgahayu Sulawesi Tengah ke-62. Melalui 9 Program BERANI, mari bersama mewujudkan Sulteng Nambaso maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Negeri Seribu Megalit.


