PIK-R SMAN 1 Tolitoli Gelar Seminar HANI dan Anti Rokok: Upaya untuk Generasi Sehat, Cerdas, dan Bebas NAPZA
SMAN 1 TOLITOLI
11 Juni 2026 375 x KAB. TOLI TOLI
Tolitoli – Organisasi PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) SMA Negeri 1 Tolitoli sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dan Anti Rokok dengan tema “Meningkatkan Kesadaran Remaja terhadap Bahaya NAPZA”. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta bahaya merokok bagi kesehatan dan masa depan generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diawali dengan pembacaan doa oleh Andi Rendra Hidayatullah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Bapak Gustafdha AM, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjauhi rokok dan NAPZA serta memanfaatkan seminar sebagai sarana memperluas wawasan dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Naufal Rasyid Aswan yang menjelaskan tentang pengertian, golongan, jenis, serta dampak penyalahgunaan NAPZA terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial. Melalui penyampaian yang interaktif, peserta diajak memahami berbagai risiko yang dapat mengancam masa depan apabila terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Dr. Luqyana Tiwi Mufidah Akhyani mengenai bahaya rokok bagi remaja. Beliau menekankan bahwa kebiasaan merokok dapat merusak sistem pernapasan, menurunkan konsentrasi belajar, serta menjadi pintu masuk bagi berbagai perilaku berisiko lainnya. Para peserta juga diajak untuk lebih bijak dalam memilih lingkungan pergaulan dan berani menolak ajakan yang mengarah pada perilaku negatif.
Untuk menjaga semangat peserta, panitia menyisipkan sesi ice breaking yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif melalui aplikasi Quizizz sebagai sarana evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.
Dalam kompetisi tersebut, Abdi Muhammad Iqranegara berhasil meraih Juara 1, Cheris Liem sebagai Juara 2, dan Muhammad Randy sebagai Juara 3.
Tim Smansa Report yang hadir dalam kegiatan ini juga berkesempatan mewawancarai para narasumber. Dr. Naufal Rasyid Aswan menjelaskan bahwa dampak terburuk penggunaan rokok dan narkoba bagi pelajar tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan pendidikan serta berpotensi menimbulkan permasalahan hukum. Beliau menekankan pentingnya manajemen diri, penguatan iman, keberanian menolak ajakan negatif, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan positif.
Sementara itu, Dr. Luqyana Tiwi Mufidah Akhyani menyoroti bahaya kecanduan yang dapat merusak organ tubuh, menurunkan daya ingat, dan mengganggu fokus belajar. Menurutnya, rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh lingkungan menjadi faktor utama yang membuat remaja rentan terhadap rokok dan narkoba.
Ketua Panitia, Cantika Anggun Adisaputri, mengungkapkan bahwa seminar ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap meningkatnya pengaruh pergaulan bebas dan kebiasaan merokok di kalangan remaja. Ia bersyukur seluruh panitia dapat bekerja sama dengan baik sehingga kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PIK-R SMAN 1 Tolitoli, Bunga Suci Wulandari, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi PIK-R dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Setelah seminar berakhir, PIK-R akan terus melakukan edukasi melalui media sosial serta menyediakan ruang konsultasi yang aman dan nyaman bagi siswa yang membutuhkan informasi maupun pendampingan.
Sebagai peserta, Adryan Syaputra menilai seminar ini sangat penting karena memberikan pemahaman nyata mengenai dampak rokok dan narkoba terhadap kesehatan fisik maupun mental. Ia berharap seluruh siswa dapat lebih bijak dalam memilih pergaulan, aktif mengikuti kegiatan positif, serta saling mengingatkan untuk menjauhi rokok dan narkoba.
Melalui kegiatan ini, PIK-R SMAN 1 Tolitoli berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan komitmen seluruh peserta didik untuk menjalani pola hidup sehat, menjauhi rokok dan NAPZA, serta menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan yang lebih baik.


