SMAN 1 Sigi melakukan kegiatan Lawatan Sejarah ke Situs megalit Vatunonju dan Situs Megalit Bangga


SMA Negeri 1 Sigi melakukan Lawatan Sejarah Ke situs megalit Vatunonju dan Situs Megalit Bangga

Sigi, 6 Juni 2026 – Dalam rangka memperkaya wawasan sejarah dan budaya peserta didik, rombongan siswa bersama guru pendamping melaksanakan kegiatan Lawatan Sejarah ke Situs Megalit Vatunonju dan Situs Megalit Bangga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan mengenai peninggalan budaya megalitik yang menjadi bukti perkembangan peradaban manusia pada masa lampau di Sulawesi Tengah. Kedua situs tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi sumber pembelajaran yang penting bagi generasi muda.

Perjalanan dimulai pada pagi hari dengan keberangkatan rombongan menuju Situs Megalit Vatunonju yang terletak di Kabupaten Sigi. Setibanya di lokasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai peninggalan megalitik berupa lumpang batu dan artefak lainnya yang menunjukkan kehidupan masyarakat prasejarah di kawasan Lembah Palu. Situs Vatunonju saat ini juga dikembangkan sebagai pusat informasi dan pelestarian warisan budaya megalitik Sulawesi Tengah. 

Di lokasi tersebut, para siswa melakukan observasi langsung, mencatat informasi penting, serta mendokumentasikan berbagai objek bersejarah yang ada. Antusiasme peserta terlihat saat mereka berdiskusi mengenai fungsi dan makna peninggalan megalitik bagi kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Setelah kegiatan di Vatunonju, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Situs Megalit Bangga. Di situs ini, peserta kembali diperkenalkan dengan berbagai peninggalan budaya megalitik yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah Kabupaten Sigi. Kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata tentang perkembangan kebudayaan manusia pada masa prasejarah dan pentingnya menjaga kelestarian situs-situs sejarah sebagai warisan bangsa.

Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan lawatan sejarah merupakan salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang dapat menumbuhkan kesadaran sejarah, rasa cinta terhadap budaya lokal, serta kepedulian terhadap pelestarian cagar budaya.

“Melalui kunjungan langsung ke situs sejarah, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku, tetapi juga dapat melihat dan merasakan secara nyata bukti-bukti peninggalan masa lalu yang menjadi bagian dari identitas daerah dan bangsa,” ujarnya.

Kegiatan lawatan sejarah ini diakhiri dengan sesi refleksi dan dokumentasi bersama. Diharapkan pengalaman tersebut dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap sejarah lokal Sulawesi Tengah sekaligus menumbuhkan semangat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang.

siswa dinaspendidikan

Berita Terpopuler