SMAN 1 Tolitoli Tingkatkan Kompetensi Guru Melalui Workshop Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning dan KKA
SMAN 1 TOLITOLI
06 Agustus 2026 164 x KAB. TOLI TOLI
Tolitoli, 30 Juli–2 Agustus 2026 – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka, SMAN 1 Tolitoli menyelenggarakan Workshop Peningkatan Mutu Guru dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning dan Koding-Kecerdasan Artifisial (KKA). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh seluruh guru SMAN 1 Tolitoli sebagai bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik abad ke-21.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Tolitoli dan Buol, Ibu Fitriah Ikhwani, S.Sos., M.M., didampingi Kepala SMAN 1 Tolitoli, Drs. Mohammad Ridwan M. Ahmad. Dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMAN 1 Tolitoli dalam menyelenggarakan workshop yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru. Beliau menekankan bahwa transformasi pendidikan hanya dapat terwujud apabila guru terus mengembangkan kompetensi profesionalnya dan mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan peserta didik.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tolitoli menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis sekolah dalam mempersiapkan guru menghadapi tantangan pendidikan masa kini. Guru diharapkan tidak hanya mampu menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, tetapi juga dapat mengintegrasikan pendekatan Deep Learning, Computational Thinking, serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan mendorong murid berpikir kritis serta kreatif.
Selama workshop, peserta memperoleh penguatan mengenai arah kebijakan Kurikulum Merdeka, konsep Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, integrasi koding dan KKA dalam berbagai mata pelajaran, hingga praktik penyusunan perangkat pembelajaran berupa modul ajar, LKPD, asesmen, serta simulasi pembelajaran (peer teaching). Kegiatan dipandu oleh narasumber dan fasilitator yang berpengalaman sehingga seluruh peserta dapat berdiskusi, berkolaborasi, dan saling memberikan umpan balik dalam menyempurnakan perangkat pembelajaran yang disusun.
Sebagai penutup, setiap guru menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai komitmen untuk mengimplementasikan hasil workshop dalam pembelajaran di kelas masing-masing. Dengan demikian, hasil workshop tidak berhenti pada tataran teori, tetapi diwujudkan dalam praktik pembelajaran yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas belajar murid.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Tolitoli menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya belajar yang berkelanjutan, meningkatkan profesionalisme guru, serta menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.







